Gaya Hidup Orang Jepang Dari Dulu hingga Sekarang. Jika berbicara masalah tinggal di kota atau kampung dalam konteks
Jepang, sama sekali tidak ada kaitannya dengan kualitas hidup,
pendidikan atau kemakmuran.
Karena seluruh rakyat Jepang, baik yang tinggal di Sapporo di ujung
Utara, atau Tokyo, atau di pulau Kyusu yang berada di Selatan, selalu
menyantap makanan yang terbaik.
Kualitas makanan premium selalu disantap orang Jepang, dan sisanya, yang tidak terpilih, kemudian diekspor.
Gaya Hidup Orang Jepang
Gaya Hidup Orang Jepang Pendidikan mempunyai kualitas yang sama. Tidak ada istilah yang
bersekolah di kota besar, mendapat fasilitas istimewa, atau guru-guru
terbaik, atau lingkungan yang bagus. Sekolah-sekolah di Jepang dari
mulai kelompok bermain hingga sekolah lanjutan atas mempunyai standar
yang sama, dimana pun tempatnya.
Gaya Hidup Orang Jepang Yang berbeda hanya bayaran sekolah, dan itu hanya diketahui oleh
kepala sekolah dan orangtua murid. Kedua belah pihak inilah yang
menentukan berapa iuran bulanan.
Biasanya yang menjadi pertimbangan adalah penghasilan orang tua dan
jenis pekerjaan serta jumlah tanggungan dalam rumah tangga. Jumlah iuran
itu berkisar antara lima ribu yen hingga 100 ribu yen, atau kalau
dirupiahkan, mulai dari 500 ribu hingga 10 juta rupiah perbulan.
Gaya Hidup Orang Jepang Sebagai gambaran, gaji sarjana yang baru lulus upah minimumnya adalah
sekitar 250 ribu yen. Jadi jika mulai bekerja dan langsung mempunyai
anak, rasanya tidak terlalu memberatkan bila harus membayar iuran
sekolah anak, lima ribu yen per bulan.
Intinya, biaya pendidikan bukan hal yang memberatkan di negara yang
terus menerus meluncurkan insentif, tunjangan dan program bantuan guna
mendorong agar kaum muda berminat memiliki keturunan.
Kembali ke soal kendaraan. Jalan kaki dan sepeda adalah kendaraan
orang kota. Dari apatonya, penduduk kota yang gemar mengenakan pakaian
branded itu mengayunkan kaki atau bersepeda ke stasiun kereta api bawah
tanah.
Gaya Hidup Orang Jepang Sepeda-sepeda di parkir di lahan yang dibawahnya adalah stasiun.
Semua hunian di Jepang mempunyai standar yang sama, yaitu anti gempa dan
dapat menjangkau stasiun terdekat dengan jalan kaki atau sepeda.
Jumlah penduduk Tokyo Raya (Greater Tokyo) termasuk kawasan
penyangganya seperti Chiba dan Saitama, sekitar 30 juta orang atau
tergolong paling padat di dunia. Namun penduduk Tokyo tidak pernah
merasakan sesak dan bising seperti di halnya di Jakarta.
Kenapa Gaya Hidup Orang Jepang begitu? Karena mereka tinggal tersebar, dan melakukan perjalanan
pergi dan pulang dari tempat bekerja dengan kereta api. Jaringan kereta
api di Tokyo adalah yang paling intensif di seluruh dunia. Kereta api
menjangkau setiap sudut kota.
No comments:
Post a Comment