Wednesday, October 30, 2013

Gaya Hidup Orang Jepang Dari Dulu hingga Sekarang

Gaya Hidup Orang Jepang Dari Dulu hingga Sekarang. Jika berbicara masalah tinggal di kota atau kampung dalam konteks Jepang, sama sekali tidak ada kaitannya dengan kualitas hidup, pendidikan atau kemakmuran.
Karena seluruh rakyat Jepang, baik yang tinggal di Sapporo di ujung Utara, atau Tokyo, atau di pulau Kyusu yang berada di Selatan, selalu menyantap makanan yang terbaik.
Kualitas makanan premium selalu disantap orang Jepang, dan sisanya, yang tidak terpilih, kemudian diekspor.

Gaya Hidup Orang Jepang 



Gaya Hidup Orang Jepang Pendidikan mempunyai kualitas yang sama. Tidak ada istilah yang bersekolah di kota besar, mendapat fasilitas istimewa, atau guru-guru terbaik, atau lingkungan yang bagus. Sekolah-sekolah di Jepang dari mulai kelompok bermain hingga sekolah lanjutan atas mempunyai standar yang sama, dimana pun tempatnya.

Gaya Hidup Orang Jepang Yang berbeda hanya bayaran sekolah, dan itu hanya diketahui oleh kepala sekolah dan orangtua murid. Kedua belah pihak inilah yang menentukan berapa iuran bulanan.
Biasanya yang menjadi pertimbangan adalah penghasilan orang tua dan jenis pekerjaan serta jumlah tanggungan dalam rumah tangga. Jumlah iuran itu berkisar antara lima ribu yen hingga 100 ribu yen, atau kalau dirupiahkan, mulai dari 500 ribu hingga 10 juta rupiah perbulan.

Gaya Hidup Orang Jepang Sebagai gambaran, gaji sarjana yang baru lulus upah minimumnya adalah sekitar 250 ribu yen. Jadi jika mulai bekerja dan langsung mempunyai anak, rasanya tidak terlalu memberatkan bila harus membayar iuran sekolah anak, lima ribu yen per bulan.

Intinya, biaya pendidikan bukan hal yang memberatkan di negara yang terus menerus meluncurkan insentif, tunjangan dan program bantuan guna mendorong agar kaum muda berminat memiliki keturunan.
Kembali ke soal kendaraan. Jalan kaki dan sepeda adalah kendaraan orang kota. Dari apatonya, penduduk kota yang gemar mengenakan pakaian branded itu mengayunkan kaki atau bersepeda ke stasiun kereta api bawah tanah.

Gaya Hidup Orang Jepang Sepeda-sepeda di parkir di lahan yang dibawahnya adalah stasiun. Semua hunian di Jepang mempunyai standar yang sama, yaitu anti gempa dan dapat menjangkau stasiun terdekat dengan jalan kaki atau sepeda.

Jumlah penduduk Tokyo Raya (Greater Tokyo) termasuk kawasan penyangganya seperti Chiba dan Saitama, sekitar 30 juta orang atau tergolong paling padat di dunia. Namun penduduk Tokyo tidak pernah merasakan sesak dan bising seperti di halnya di Jakarta.


Kenapa Gaya Hidup Orang Jepang begitu? Karena mereka tinggal tersebar, dan melakukan perjalanan pergi dan pulang dari tempat bekerja dengan kereta api. Jaringan kereta api di Tokyo adalah yang paling intensif di seluruh dunia. Kereta api menjangkau setiap sudut kota.

No comments:

Post a Comment